^Back To Top

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Selamat Datang

Di Website Resmi

SMA Negeri 1 Jatirogo

Media Informasi dan Komunikasi

www.smanjatirogo.sch.id

Get Adobe Flash player

Alternative flash content

Requirements

Login Form

Lalu lintas Pengunjung

4.png4.png4.png2.png0.png6.png
Today680
Yesterday337
This week1500
This month13233
Total444206

Info Pengunjung

  • IP: 216.73.216.85
  • Browser: Mozilla
  • Browser Version: 5.0
  • Operating System: unknown

Anda Pengunjung Ke

4
Online

Rabu, 25 Februari 2026

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Bahasa Jawa saat ini menjadi muatan lokal wajib di satuan pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas atau sederajat. Aksara Jawa adalah huruf yang mempunyai bentuk, tanda grafis, sistem, dan tatanan penulisan yang digunakan dalam bahasa dan sastra Jawa [1]. Aksara Jawa merupakan salah satu contoh pangram sempurna yang mencantumkan 20 huruf dengan lengkap dan membentuksuatu kisah/cerita. Pangram adalah sebuah kalimat yang menggunakan semua huruf dalamaksaraminimal satu kali [2]. Oleh karena itu, aksara Jawa termasuk pangram 4 bait yang menceritakansuatukisah seorang tokoh bernama Ajisaka. Kisah Ajisaka berisi tentang perjalanan Ajisaka dan dua ajudansetianya dalam menaklukan Mêndhang Kamolan [3]. Aksara Jawa memiliki beberapa bentuk, yaitu aksara Carakan, aksara Pasangan, Sandhangan, aksara Murda, aksara Rekan, aksara Swara, danangka Jawa [4]. Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang terdiri dari berbagai unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi satu sama lain dalam rangka mencapai suatutujuan pembelajaran [5]. Pembelajaran menulis aksara Jawa terintegrasi dalammuatan lokal yangbiasa dikenal dengan sebutan mata pelajaran bahasa Jawa. Untuk peserta didik jenjang sekolahdasar, pembelajaran aksara Jawa yang mencakup aksara nglêgêna, pasangan, dan sandhangan. Keberhasilanpembelajaran menulis aksara Jawa pada ranah psikomotorik dinilai melalui penulisan aksara Jawayang meliputi ketepatan tulisan, kerapian tulisan, dan kejelasan tulisan [6]. Bagi peserta didik di bangku sekolah menengah atas, aksara Jawa merupakan hal yang sudah dipelajari di bangku Pendidikan seelumnya, namun karena aksara jawa bukan aksara yang digunakna dalam keseharian sering kali peserta didik mengalami kesulitan terutama dalam menulis aksara Jawa.

Guru merupakan sosok yang dibutuhkan dalam memacu keberhasilan peserta didik. Sebaik apapunkurikulum yang dirancang, keberhasilan peserta didik tergantung pada pertanggungjawabangurudalam menjalankan peran dan tugasnya [7]. Dalam konteks sosial, peran merupakan suatu fungsi yang dibawakan seseorang saat mempunyai kedudukan atau menempati posisi dalam struktur sosial [8]. Guru berperan banyak dalam kegiatan pembelajaran antara lain sebagai demonstrator, pengelolakelas/organisator, mediator dan fasilitator, serta guru sebagai evaluator. Berdasarkan dokumen nilai mata pelajaran mulok Bahasa Jawa kelas X 2 , menunjukkan bahwa dari 22 peserta didik di kelas, terdapat 12 peserta didik yang nilainya masih pada tahap mulai berkembang. Rata-rata nilai peserta didik hanya berada di angka 64 saja. Peserta didik juga keingungan Ketika menulis aksara jawa yang didalamnya juga terdapat aksara angka.  Hal ini disebabkan oleh ebebrapa factor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik sehingga peserta diidk mengalami kebingungan dalam menerapkan aksara angka jawa pada kalimat aksara jawa. Memperhatikan uraian di atas, peneliti ingin membuat penelitian dengan judul “TERAMPIL MENULIS AKSARA ANGKA JAWA MELALUI MEDIA TURAKAWA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI JATIROGO ”.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjekpenelitian terdiri dari guru dan peserta didik kelas X2. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi selama kegiatan pembelajaran menulis aksara angka Jawa, wawancara dengan guru, peserta didik, dan kepala sekolah, kemudian studi dokumentasi selama kegiatan penelitian.

Media yang digunakan adalah kartu angka aksara jawa yang disingkat menjadi turakawa. Media ini mirip dengan flashcard, dimana cara pengunaanya dengan game tebak kartu. Kartu ini memiliki 2 sisi, dimana sis yang pertama menunjukkan aksara angka jawa, lalu sisi yang lain menunjukkan angka latin.

Penerapan media turakawa ini cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis aksara angka. Media lain yang menunjang keterampilan ini diantaranya adalah sarana yang sudah tersedia di kelas seperti LCD, proyektor, dan speaker. Keberadaan fasilitas tersebut dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi agar lebih menarik perhatian peserta didik. guru yang bersangkutan. Setelah melakukan pretes dan impelemtentasi media turakawa kemudian diakhiri postes. Nampak hasil belajar peserta didik naik cukup signifikan. Hal ini menunjukkan media turakawa mampu meningkatkan keterampilan menulis angka jawa.

 

  

Referensi :

J. Kats 1953 Punika Papêthikan Saking Sêrat Jawi Ingkang Tanpa Sêkar (Jakarta: NurhopKolep)

Oemar 2017 Proses Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Bumi Aksara)

Sari 2013 Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Jawa Melalui Model ProblemBasedInstruction dengan Media Flashcard Siswa Kelas IV SDN Patemon 01 Semarang Skripsi (Semarang: Universitas Negeri Semarang)

V. Atina, S. Palgunadi, and W. Widiarto 2016 Program Transliterasi Antara Aksara Latin dan Aksara Jawa dengan Metode FSA J. Teknol. Inf. ITSmart 1(2) 60 

Untuk memberikan komentar, anda diharuskan Login terlebih dahulu !!

Catatan Sekolah